Langsung ke konten utama

EGO MODE: ON


  Halo, Assalamu’alaikum.
 
  Malam ini begitu sepi ya, akun WhatsAppmu tidak aktif.

  Akan tetapi, aku merasa bisa memanfaatkan blog ini untuk ngebacod sepuasnya, untuk bisa kamu baca nantinya. Sekarang sudah jam 01.37, tadi aku sudah tidur malam beberapa jam, hingga terbangun sekitar sepuluh menit yang lalu. Aku mengetahui kamu tidak suka dunia perbegadangan. Akupun tidak suka, Salma. Pada sekolah, aku biasanya tidur duluan loh. Namun, ketika di rumah, aku merasa perlu untuk memanfaatkan siang dan malamku secara efektif. Harus produktif kapanpun jua. Maka dari itulah, dulu aku pernah sampai jam tiga, namun karena alasan kebugaran, sekarang kubatasi maksimal jam satu. Kalau sekarang, itu karena aku terbangun. Oiya, aku shalat tahajjud dulu ya, oke?

    Kau tahu? Aku selama ini mencoba untuk tidak egois dan masih mementingkan gengsi selama mengetik pada blogku. Namun, kurasa akhir akhir ini perlu, dan mungkin penting. Tak ayal jika nantinya kau meremehkanku, aku pasti akan terus ngebacot.

  Sekarang, kita mulai, ya?

  


    ~  Ж  ~

   HEI! Kamu!

  Selama ini, kemana saja kau?!

  Aku selama ini masih menunggumu!

  Kemana saja??!!
 

  Aku tidak mau kita berpisah layaknya Indonesia dengan Timor Leste. Aku juga tidak ingin kita saling melupakan masa lalu seperti Jepang dengan Indonesia. Tetapi,, mengapa kau malah seakan membuatnya seperti itu?!

  Aku, dua tahun ini kehilangan banget tau!! Tidak ada kabar sama sekali, kau hidup pun aku tak tahu!

  Kau ingat?? Terakhir kali kita berbicara?!


  Aku ingat sekali!!
   
  Kau ingat, tidak?

  Bodoh sekali diri ini, ya!

  Hahaha, aku menertawakan diri sendiri

  Mengapa diri ini tak bisa stabil tanpa dirimu!!?
 
    ~  Ж  ~

  Aku sangat tidak mau akhir kita seperti Dilan dan Milea, yang tidak berdaya dan tidak bisa berbuat apa apa lagi, selain pasrah.

  Aku tidak minta apapun kok!
  Aku hanya butuh kabar!!
 
    ~  Ж  ~

  Aku merindukanmu, tau!!
  Aku tahu kau tidak sama denganku, tapi setidaknya hargailah!
  Bagaimanapun,aku juga seorang manusia, tau!
  Hargai dong!

    ~  Ж  ~

  Ah, sudah ah!
  Nanti semakin kurang hajar pula’ aku nii :v
  Aku hanya berharap, bahwa aku dan dirinya bisa memiliki akhir yang bahagia. Tak peduli dengan berapapun rintangan yang ‘kan kuhadapi kedepannya. Kuputuskan, jalanku untuk pulang nantinya adalah dirimu lagi. Suatu saat nanti, aku akan menggunakan riwayat jejak perjalanan hidupku, untuk kembali pulang padamu lagi.
  Oiya, aku off-in dulu mode egonya :v



  Aiyyaaay, Captain!
  Goodbye! Wassalamu’alaikum

  Selesai ditulis 13.09, 04 Syawal 1441.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Epilog.

Kalau bukan karena dirinya, mestinya aku baik-baik saja hari ini. Mungkin saja aku tidak terlalu berkegantungan dengan gawai. Akan tetapi cara pamitnya Salma membuatku geram sendiri. Aku bak hilang ditelan bumi hari ini, kan? Hahah. Lucu, ya. Sekarang sudah larut malam, dan aku masih sedikit kesal dengan apa yang menimpaku. Ah, mengapa kuota malah habis di saat yang seperti ini? Oke, aku ‘maafkan diriku sendiri. Kini aku mesti menikmati kesendirian. Tanpa dirinya lagi. Agh, tiada lagi orang yang selalu kutuju dalam setiap snap wa-ku. Tiada lagi orang yang merasa keribed-an ketika kuhubungi tiap waktu. Hehe. Huft , Thariq, percayalah ini sebentar saja. Dan, benar saja. Malam ini kulangkahkan kakiku ke luar ruangan, ke taman. Melebur dengan udara yang menusuk kulit. Duduk di antara jutaan gugus gemintang yang bertebaran di lautan angkasa. Pun begitu pula indahnya dengan rembulan, yang menggantung anggun di atas sana. Segalanya tampak indah, segalanya tampak megah. Perlahan kuhemb...

;bermetamorfosis

hari ini, sukmaku temaram. rintihan pilu menguap ke angkasa, mengutarakan senandung kebiruan dan kebingungan. tak dapat ditebak, aku jatuh kembali. di pangkuan yang sama, persis sepuluh tahun silam. saat semuanya telah berubah, ada saja secercah cahaya yang menuntunku pulang. aneh tapi nyata, semuanya bermanuver hingga aku kembali di titik ini, titik dinamis yang membersamaiku selama proses pendewasaan ini. dunno whut to do. di dunia yang seluas ini, mengapa kamu selalu menjadi tempat pulangku? sejauh apapun aku berlari, berjuta tempat yang kusambangi, mengapa aku kembali jatuh di sini? apa yang kau lakukan hingga aku bisa seterikat ini? pertanyaan itu bukan retoris, aku serius. tak logis sama sekali, seolah frekuensi ini selalu menjadi dasar di sukmaku. kalau saja esok hari aku harus melihat engkau dibersamai orang lain, apakah aku kuat? apakah aku bisa berusaha biasa saja seperti selama ini? aku takut aku tidak bisa benar-benar mengusirmu pergi dari hidupku, aku takut selama ini aku ...

DOPODICHÉ : UNA SPERANZA

PERINGATAN : Episode ini mengandung tingkat halusinasi yang sangat tinggi, jika sekiranya pembaca tidak kuat menahan cringe dalam membacanya,... ah pokoknya lanjut aja deh :v   Hai, Salma!   Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.   Akhirnya kita bertemu lagi, ya?   Meskipun tidak bertatap muka, aku sudah senang sekali. Saangat bahagia!   Kendati aku tidak memiliki hak apapun dalam hal merindukanmu, aku melanggarnya! (anebukanbangga) Selama ini kumerindukanmu.   Setelah dua tahun lamanya, akhirnya kita memiliki titik temu juga. Walau memang, pertemuan kita ini begitu tidak diduga dan sangat mendadak, apalagi dimulai dengan luka, akhirnya kita bisa berjumpa kembali!       :) ~    Ж    ~   Aku mencoba menenangkan diri. Aku keluar dari rumahku, meraih tali penyangga ayunan itu, dan mulai mengayunkannya dengan sesekali hentakan kaki yang cukup membuatku merasa melayang. ...