Ia menghela napas perlahan. Sejenak menatap lautan yang luas. Berbisik menguntai sajak sendu. “Lihatlah kemari wahai lautan luas. Lihatlah seorang yang selalu pandai menjawab pertanyaan orang lain, tapi dia tidak pernah bisa menjawab pertanyaan sendiri.” “Lihatlah kemari wahai pepasiran pantai. Lihatlah seorang yang selalu punya kata bijak untuk orang lain, tapi dia tidak pernah bisa bijak untuk dirinya sendiri.” Sungguh boleh jadi dialah orang paling munafiq di sepanjang pesisir pantai ini :) ~ π ' π πΈππβπΈβ ~ Bukan sebentar ia terbebani olehnya. Satu dasawarsa dilaluinya sembari menggiring pertanyaan itu. Suatu pertanyaan yang amat sukar terjawab, bahkan acap kali terpikir olehnya bahwa “Pertanyaan itu mustahil terjawab dengan sempurna.” Ah, itu jelas bukan sesuatu yang sepele lagi mudah. Logika manusiawi ya...